Latest Products

Mengenal Jenis-Jenis Kain, Motif dan Sifatnya

Order Detail

 Mengenal Jenis-Jenis Kain, Motif dan Sifatnya

Jenis-jenis Kain -Sebelum anda memutuskan untuk membeli atau menjahit sendiri busana muslimah anda, alangkah baiknya anda mengenal jenis kainnya. Mengenal jenis kain dirasa penting, agar anda tidak tertipu oleh penjual. Selain itu, anda juga dapat meraba-raba mana kain yang enak di tubuh dan mana yang tidak. Juga dapat mengira-ngira harga bahan dan busana yang ingin anda beli berdasarkan kualitas dari kainnya.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan kita dalam memilih pakaian yang pas buat dipakai. Terkadang harga jadi pertimbangan pertama dalam menentukan pakaian yang kita inginkan termasuk pakaian online. Akan tetapi tak jarang harga pun tak menjamin pakaian yang kita pilih itu nyaman untuk dipakai ataupun sesuai dengan yang kita inginkan. Belum lagi, bila tidak pandai-pandai memilih dan merawat pakaian yang kita beli, sering terjadi kita menjadi dongkol hanya karena pakaian yang belum genap seminggu dibeli menjadi terlihat kusam, warnanya tidak cerah lagi, yang tadinya kinclong menjadi berkesan buluk. Begitu juga dengan jilbab anak misalnya, pilihlah bahan yang sesuai.

Maka dari itu, penting kiranya kita mengetahui karakteristik bahan pakaian atau jaket club motor Anda yang akan kita beli/pakai, karena dengan begitu kita bisa tahu pakaian tersebut nyaman atau tidak serta apakah sesuai atau tidak untuk kita pakai dalam aktivitas kita yang beragam. Berikut ini adalah beberapa jenis bahan pakaian dengan karakternya masing-masing.

Mengenal Jenis-Jenis Kain, Motif dan Sifatnya

Berikut adalah beberapa jenis kain dan sifat-sifatnya:
 
1. Kain Viscose
Kain jenis ini terbuat dari kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus).  kelenturannya sangat sesuai didesain untuk berbagai model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket.  Ciri-ciri kain viscose adalah:
· Terasa lembut dan dingin di kulit
· Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengilat
· Menyerap keringat
· Bahan atau pakaian akan rusak apabila direndam dengan deterjen lebih dari 1 jam
· Bisa dicuci atau di dry clean
jenis-jenis kain 
2. Kain Katun (cotton)
Jenis bahan kaos ini terdiri dari dua jenis yaitu Cotton Combed dengan sifat serat benang yang lebih halus dan hasil rajutan dan penampilan yang rata, dan yang kedua adalah Cotton Caded yang mana serat benangnya kurang halus dan hasil rajutannya pun kurang rata. Jadi kalau ada penjual mengatakan katunnya adalah jenis yang bagus, jangan dulu anda percaya. Tetapi lihatlah dulu jenis katunnya. Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas. Kain katun yang bagus memiliki karakteristik:
  • Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
  • Menyerap keringat
  • Pakaian atau kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
  • Rentan terhadap jamur
  • Jangan biarkan kain katun terlalu lama basah
Adapun macam-macam katun dan cirinya masing-masing adalah sebagai berikut:

Kain Katun Jepang (Bukar kartun lho)

· Sekilas sama seperti kain katun biasa pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus, yaitu:
· di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.
· daya serap keringat bagus.
· harga lebih mahal dari kain katun biasa.
· permukaan kain lebih halus.
· warna lebih awet dan tahan lama.
· sering dan cocok digunakan untuk blouse wanita.

baca lebih lengkap tentang Bahan Katun Jepang

Kain Katun Paris Motif:

Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal:
· memiliki kode warna pada kain.
· daya serap keringat bagus.
· harga relatif lebih mahal.
· warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang.
· Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang. Biasa digunakan untuk blouse wanita.

Kain Katun Paris polos:

Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.
Katun Silk/India/Zada:
Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal. Ciri-ciri kain katun ini adalah:
· permukaan kain lebih mengkilap.harga sedikit lebih mahal di atas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang.
· daya serap keringat paling rendah.
· warna kilapnya awet meskipun sering dicuci.

Kain Katun Minyak:

· Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk).
· harga sama dengan katun biasa.
· daya serap keringat lumayan.
· kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.

Kain Katun biasa:

· motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak.
· harga relatih lebih murah.
· tidak ada ciri khusus seperti kode warna.
· daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung prosentasi bahan katunnya.
· warnanya awet meskipun masih di bawah katun Jepang.

3. Kain Linen

Kain ini lebih kuat daripada kain jenis katun. Kain ini sangat cocok untuk casual wear dan dresses, karena memiliki karakteristik:
· Bahannya dingin, menyerap keringat dan sangat nyaman dipakai.
· Mudah Kusut sehingga cara mencuci dan menyetrika butuh perhatian.
· Untuk perawatan: pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air bersuhu hangat. Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.

4. Kain Polyester

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiberpoly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
Karakteristik bahan ini adalah:
· Noda minyak dan makan sulit dihilang dari bahan ini
· Polyester lebih kuat dan tahan direndam lebih dari 3 jam.
· Sering dicampur bahan lain seperti viscose, linen dan katun.

5. Kain Teteron Cotton (TC)

Teteron cotton merupakan kain kaos kombinasi dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan kusut dan tidak melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

6. Kain Cotton Viscose (CVC)

Jenis bahankaos  ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.


7. Kain Lightweight wools.

Kain ini jika digunakan di kepala Anda, mungkin langsung identik
dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

8. Kain Cashmere.

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung.
Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.  

9. Kain Jersey

Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke
melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran
lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak
dilihat.

10. Kain Denim

Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu
ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap
warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang
berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang
dan belel.

11. Kain Lycra

Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainnya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.
12. Kain Leather & Suede.
Pasti kedua jenis kain tersebut sudah sangat familiar di telinga Anda,\ bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun
terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari
kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat
dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan
ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya. Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.
13. Kain Tentun
Kain tenun tradisional kini dilirik oleh banyak rancangan busana muslim. Produk kerajinan handmade akan memberi warna baru bagi industri fesyen nasional. Kain tenun adalah kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Kain ini terdapat di beberapa daerah di Indonesia seperti Lombok, Sumatra, dan daerah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri yang berbeda-beda. Kain tenun terkadang harganya sangat mahal dikarenakan pengerjaannya yang bisa memakan waktu sampai berhari-hari. Manun demikian kualitas dan motif tenun yang mahal tentu berbeda dengan yang harganya standar.

pengunjung masuk dengan:

jenis kain yang digunakan untuk membatik

jenis kain tenun yang berasal dari daerah lampung adalah
jenis kain tenun dan daerah asalnya
jenis kain batik yang berasal dari serat alami
jenis kain batik dari serat alami
jenis kain dan harga per meter
jenis kain untuk jilbab segi empat
empat jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis kain gamis oki setiana dewi
jenis kain jilbab oki setiana dewi
jenis kain yang cocok untuk pakaian olahraga adalah
jenis kain yang cocok dibuat sulaman dengan teknik aplikasi adalah
jenis kain yang bagus untuk jilbab
jenis kain yang bukan biasa dipakai untuk kerajinan kruistik adalah
jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik
jenis kain yang digunakan untuk kanvas
jenis kain yang dipergunakan untuk melukis adalah
jenis kain yang cocok untuk gamis
jenis kain yang bagus untuk kaos
jenis kain yang cocok untuk pakaian olahraga adalah kain yang memiliki sifat
jenis kain yg cocok untuk pakaian olahraga adalah
jenis kain yang digunakan untuk membuat batik
lirik lagu love me like you do
katun merupakan jenis kain yang terbuat dari
jenis kain batik yang digunakan di banjarmasin
jenis kain batik yang berasal dari serat alami dan buatan
jenis motif batik berdasarkan akar budayanya
jenis motif batik berdasarkan akar budaya

jenis kain batik dan asal daerahnya

jenis motif batik dan asal daerahnya
jenis kain batik berdasarkan tingkat kehalusan
membedakan jenis motif batik berdasarkan sifatnya
jenis kain yang cocok untuk batik
jenis kain batik dari serat buatan
jenis kain batik dari serat alam
jenis kain batik dilapisi dengan warna emas dinamakan
jenis motif batik dan daerah asalnya
jenis motif hias batik tradisional nusantara
jenis motif batik indonesia dan penjelasannya
jenis kain dan motif batik indonesia
jenis motif batik khas jawa tengah
jenis motif batik dari jawa tengah
kegunaan jenis motif batik parang rusak dari solo
jenis kain batik yang banyak dipakai untuk kain seragam sekolah adalah
kain batik tergolong dalam jenis seni
jenis kain yang bagus untuk batik
jenis kain batik yang berasal dari serat alami maupun serat buatan
jenis kain batik yang berasal dari serat buatan
jenis kain yang digunakan untuk batik

jenis kain yang bisa di batik

jenis kain yang digunakan untuk membatik yang bermutu atau berkualitas tertinggi adalah
jenis kain yang dipakai untuk membatik
jenis kain yang dapat digunakan untuk membatik
jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik adalah
jenis kain yg di gunakan untuk membatik
jenis kain yang dapat dipakai untuk membatik
sebutkan empat jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis kain yang tepat digunakan untuk membatik
4 jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah
jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis-jenis kain yang digunakan untuk membatik
jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah kain

Demikian. Baca juga Warna Busana dan Jiwa Pemakainya. Juga  Jenis dan Model Jilbab Cantik. Semoga bermanfaat. - Mengenal Jenis-Jenis Kain
 

20 Jenis Kain Untuk Pakaian

Order Detail

20 Jenis Kain yang Umum untuk Pakaian (Bag. 1)


Ini adalah post pertama saya terkait dengan fashion. Seperti post saya sebelumnya, setiap seminggu sekali saya akan membagikan hal-hal yang berhubungan tentang fashion atau pun Outfit of The Day. Pada post pertama ini saya ingin berbagi mengenai beberapa jenis kain yang selalu dijadikan bahan untuk kaos, dress, blouse, dan lain sebagainya.

Seperti yang kita ketahui bersama, pakaian, terkhususnya untuk wanita, memiliki beragam motif dan pola. Tidak hanya mengandalkan pola dan motif bahan, suatu potong pakaian akan terlihat indah jika menggunakan bahan yang tepat dan nyaman bagi penggunanya.

Pada dasarnya siklus pembuatan sebuah pakaian dalam lingkup garmen adalah sebagai berikut:
Fiber > Yarn > Fabric(knit/woven) > Dyeing/Printing > Garments
Pembuatan suatu pakaian bermula dari serat (Fiber). Serat pakaian pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu serat alami dan serat sintetis. Contoh dari serat alami adalah cotton, silk, wool, dll. Contoh dari serat sintetis adalah nylon, polyester, rayon dsb.

Dari serat-serat tersebut diolah menjadi benang (Yarn) yang ketika “digabungkan” akan menjadi kain (Fabric), disini termasuk juga rajutan (knit) ataupun tenunan (woven). Dari kain inilah lahir pakaian yang kita kenakan sehari-hari. Serat (benang) tersebut pun bisa dikombinasikan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan jenis kain yang beragam.

Rupanya dari beberapa serat tersebut bisa dihasilkan kurang lebih ada ratusan jenis kain (menurut yang saya hitung dari list kain di Wikipedia ataupun yang saya temukan di Fabric Glossary milik NY Fashion Center). 

Saya tidak akan membahas keseluruhan jenis kain yang beratus-ratus itu tapi kali ini saya hanya memilih 20 jenis kain yang paling umum digunakan untuk membuat pakaian (termasuk jenis kain untuk pakaian yang dijual di online shop saya tetap sambil promosi). Itu pun akan saya bagi dalam 4 bagian (setiap bagian 5 kain). Inilah 5 kain di bagian yang pertama. Apa sajakah mereka?

1. Katun
Siapa siyh yang tidak kenal dengan bahan katun. Bahan yang terbuat dari serat kapas ini sering dipakai untuk dijadikan potongan pakaian dan paling banyak diminati. Bahan ini sudah digunakan berabad-abad karena seratnya yang ringan namun kuat. Beberapa kelebihan dan kekurangan kain katun adalah:

Kelebihan
– Tidak kisut jika dicuci
– Tidak luntur (khususnya untuk kain berwarna)
- Tidak berbulu
– Dapat menyerap keringat
– Bahan yang mudah untuk disablon

Kekurangan
– Mudah kusut
– Gampang berjamur
– Bahannya sedikit kaku dan dingin

Cara merawat bahan katun:
– Usahakan selalu menggunakan air dingin saat mencuci,
– Jangan rendam lebih dari dua jam pada air bedeterjen karena akan membuat bahan rusak,
– Jangan menjemur di panas matahari langsung namun ditempat yang lebih teduh dengan sinar sedikit,
– Lebih baik gantungkan baju saat penyimpanan karena bahannya yang mudah kusut.


Bahan katun juga memiliki beberapa tipe lowh (banyak tipe tapi saya hanya memilih 4 yang paling dekat dengan kita):
  1. Katun Biasa: Bahan katun yang agak kaku, sedikit tipis, dan tidak stretch. Biasanya memiliki daya serap yang sedang hingga bagus. Harga pun relatif lebih murah dengan motif bahan seputaran polos, garis, bunga-bunga, ataupun abstark.
  2. Katun Jepang: Bahan ini terbuat dari combed 100% full cotton. Bahan ini memiliki tekstur yang halus dengan daya serap yang sangat bagus. Harganya pun relatif mahal. Biasanya bahan ini dipakai untuk sprei.
  3. Katun Paris: Sebenarnya kualitas katun paris hampir sama dengan katun jepang hanya lebih tipis saja. Yang pasti daya serapnya bagus sehingga harga pun mahal. Biasanya bahan ini dipakai untuk blouse wanita ataupun kerudung.
  4. Katun Silk: Katun ini dinamakan ‘silk’ karena memiliki permukaan yang mengkilap. Sayangnya daya serap keringatnya paling rendah. Tapi kilap bahan ini tidak hilang setelah di cuci loh. Harganya lebih mahal dari katun biasa tapi tetap lebih murah dari katun jepang. Sekarang mulai banyak pakaian seperti dress dan rok yang menggunakan bahan ini.
Contoh bahan katun untuk kaos. Pic. courtesy of http://www.konveksian.com/

2. Rayon
Seperti yang ditunjukkan dalam infografik diatas, bahan ini berserat sintetik rayon yang terbuat dari kayu yang kadar selulosanya tinggi. Biasanya bahan ini bahan yang ‘jatuh’, lembut, dan memiliki daya serap yang baik.

Cara merawat bahan rayon:
Kebanyakan bahan rayon di dry-clean, tp ada juga yg bisa dicuci dengan tangan atau mesin caranya, gunakan sabun cuci, kucek pelan dan basuh dengan air hangat. Jangan dipelintir/diperas.

Contoh bahan rayon. Pic. courtesy of http://image.made-in-china.com/

3. Spandex
Spandex terkenal dengan nama ‘Lycra’ yang merupakan trademark brand dari Du Pont. Bahan ini bersifat elastis, kuat, dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi. Spandex ini elastis dengan elastisitas bisa mencapai 5 kali bahan dasarnya tanpa kerusakan serta bahan yang baik untuk menyerap keringat. Biasanya bahan ini dipakai sebagai baju olahraga namun sekarang sudah banyak blouse atau blazer wanita yang terbuat dari bahan spandex ini. Bahan spandex juga memiliki banyak tipe, ada yang campuran dengan rayon ada yang spandex murni.

Cara merawat bahan spandex: Pada umumnya spandex murni (biasa) tidak mudah rusak sehingga aman dicuci dalam waktu lama, hanya saat menyetrika harus dalam posisi low atau medium temperature.

Cara merawat bahan spandex rayon: perlakukan sama dengan bahan rayon terutama saat merendam tidak boleh lebih dari satu jam dan tidak boleh diatas suhu 60 derajat karena dapat merusak serat kain atau membuat kain ‘berbulu’.

Contoh bahan spandex.
Pic. courtesy of http://helun.en.alibaba.com/product/263370233-220070589/Tactel_spandex_lycra_fabric.html

4. Brokat
Brokat berasal dari kata Broccato yang berarti kain yang disulam. Menurut NY Fashion Center, brokat adalah bahan yang:
A thick, heavy fabric made with a Jacquard loom and a satin weave, most often featuring a raised floral pattern. Brocade is typically made from silk, rayon or nylon, and has a very Oriental look.
Biasanya bahan ini dipakai untuk pakaian yang lebih formal karena terkesan mewah dan elegan. Karena banyak bahan brokat yang dibuat dengan paduan bahan sutra ataupun diberikan ornamen yang mewah seperti benang bewarna silver ataupun emas. Contoh pakaian dengan bahan ini adalah pakaian pesta, kebaya, bahkan baju pernikahan.

Cara merawat bahan brokat:
– Saat mencuci jangan gunakan mesin cuci,
– Jika terkena noda, gunakan jeruk nipis hingga meresap sebelum direndam dengan deterjen,- Jangan meremas atau memeras brokat,
– Jangan dijemur dibawah sinar matahari langsung,
– Bahan tidak perlu disetrika karena akan merubah tekstur, cukup digantungkan,
– Bahan ini rentan ngengat, sehingga perlu kapur barus didalam lemari untuk mencegahnya.

5. Chiffon
Made from tightly twisted crepe fibers, chiffon is lightweight, extremely sheer, almost transparent fabric that has a slightly bumpy texture.
Kain Chiffon adalah bahan yang sangat lembut, halus, transparan, dan ‘jatuh’ mengikuti bentuk badan. Karenanya kain ini tidak disarankan untuk digunakan oleh orang yang berbadan gemuk. Bahan ini terkadang sangat panas bila digunakan namun memberikan kesan yang anggun pada si pemakai. Biasanya bahan ini digunakan sebagai dress, blouse, selendang, bahkan pelengkap kebaya ataupun tudung kepala.

Cara merawat bahan Chiffon:
– Sebaiknya dicuci secara manual dengan air sedikit hangat,
– Jangan gabungkan bahan ini dengan warna lainnya karena mudah menyerap warna,
– Jangan diperas,
– Saat dicuci bahan akan susut tapi sudah dipastikan potongannya oleh si pembuat pakaian,- Setrika dengan temperature yang rendah.


Contoh bahan chiffon. Pic. courtesy
of http://www.sammydress.cc  

Demikianlah 5 kain pertama yang sering dipakai dalam membuat pakaian. Akan saya lanjutkan lagi di bagiannya yang kedua. Artikel ini diambil dari berbagai sumber yang saya temukan setelah googling. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca. Silahkan jika ada yang ingin ditambahkan atau ternyata ada pemahaman yang kurang benar terhadap jenis-jenis kain tersebut diatas. Yang pastinya beberapa jenis kain tersebut diatas ada loh yang dipakai sebagai bahan-bahan pakaian yang dijual di SanWa Shops.

Regards,

Mengenal Jenis-Jenis Kain, Motif dan Sifatnya

Order Detail

 Mengenal Jenis-Jenis Kain, Motif dan Sifatnya

Jenis-jenis Kain -Sebelum anda memutuskan untuk membeli atau menjahit sendiri busana muslimah anda, alangkah baiknya anda mengenal jenis kainnya. Mengenal jenis kain dirasa penting, agar anda tidak tertipu oleh penjual. Selain itu, anda juga dapat meraba-raba mana kain yang enak di tubuh dan mana yang tidak. Juga dapat mengira-ngira harga bahan dan busana yang ingin anda beli berdasarkan kualitas dari kainnya.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan kita dalam memilih pakaian yang pas buat dipakai. Terkadang harga jadi pertimbangan pertama dalam menentukan pakaian yang kita inginkan termasuk pakaian online. Akan tetapi tak jarang harga pun tak menjamin pakaian yang kita pilih itu nyaman untuk dipakai ataupun sesuai dengan yang kita inginkan. Belum lagi, bila tidak pandai-pandai memilih dan merawat pakaian yang kita beli, sering terjadi kita menjadi dongkol hanya karena pakaian yang belum genap seminggu dibeli menjadi terlihat kusam, warnanya tidak cerah lagi, yang tadinya kinclong menjadi berkesan buluk. Begitu juga dengan jilbab anak misalnya, pilihlah bahan yang sesuai.

Maka dari itu, penting kiranya kita mengetahui karakteristik bahan pakaian atau jaket club motor Anda yang akan kita beli/pakai, karena dengan begitu kita bisa tahu pakaian tersebut nyaman atau tidak serta apakah sesuai atau tidak untuk kita pakai dalam aktivitas kita yang beragam. Berikut ini adalah beberapa jenis bahan pakaian dengan karakternya masing-masing.

Mengenal Jenis-Jenis Kain, Motif dan Sifatnya

Berikut adalah beberapa jenis kain dan sifat-sifatnya:
 
1. Kain Viscose
Kain jenis ini terbuat dari kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus).  kelenturannya sangat sesuai didesain untuk berbagai model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket.  Ciri-ciri kain viscose adalah:
· Terasa lembut dan dingin di kulit
· Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengilat
· Menyerap keringat
· Bahan atau pakaian akan rusak apabila direndam dengan deterjen lebih dari 1 jam
· Bisa dicuci atau di dry clean
jenis-jenis kain 
2. Kain Katun (cotton)
Jenis bahan kaos ini terdiri dari dua jenis yaitu Cotton Combed dengan sifat serat benang yang lebih halus dan hasil rajutan dan penampilan yang rata, dan yang kedua adalah Cotton Caded yang mana serat benangnya kurang halus dan hasil rajutannya pun kurang rata. Jadi kalau ada penjual mengatakan katunnya adalah jenis yang bagus, jangan dulu anda percaya. Tetapi lihatlah dulu jenis katunnya. Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas. Kain katun yang bagus memiliki karakteristik:
  • Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
  • Menyerap keringat
  • Pakaian atau kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
  • Rentan terhadap jamur
  • Jangan biarkan kain katun terlalu lama basah
Adapun macam-macam katun dan cirinya masing-masing adalah sebagai berikut:

Kain Katun Jepang (Bukar kartun lho)

· Sekilas sama seperti kain katun biasa pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus, yaitu:
· di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.
· daya serap keringat bagus.
· harga lebih mahal dari kain katun biasa.
· permukaan kain lebih halus.
· warna lebih awet dan tahan lama.
· sering dan cocok digunakan untuk blouse wanita.

baca lebih lengkap tentang Bahan Katun Jepang

Kain Katun Paris Motif:

Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal:
· memiliki kode warna pada kain.
· daya serap keringat bagus.
· harga relatif lebih mahal.
· warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang.
· Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang. Biasa digunakan untuk blouse wanita.

Kain Katun Paris polos:

Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.
Katun Silk/India/Zada:
Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal. Ciri-ciri kain katun ini adalah:
· permukaan kain lebih mengkilap.harga sedikit lebih mahal di atas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang.
· daya serap keringat paling rendah.
· warna kilapnya awet meskipun sering dicuci.

Kain Katun Minyak:

· Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk).
· harga sama dengan katun biasa.
· daya serap keringat lumayan.
· kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.

Kain Katun biasa:

· motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak.
· harga relatih lebih murah.
· tidak ada ciri khusus seperti kode warna.
· daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung prosentasi bahan katunnya.
· warnanya awet meskipun masih di bawah katun Jepang.

3. Kain Linen

Kain ini lebih kuat daripada kain jenis katun. Kain ini sangat cocok untuk casual wear dan dresses, karena memiliki karakteristik:
· Bahannya dingin, menyerap keringat dan sangat nyaman dipakai.
· Mudah Kusut sehingga cara mencuci dan menyetrika butuh perhatian.
· Untuk perawatan: pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air bersuhu hangat. Kain cantik ini berkerut. Tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan Anda.

4. Kain Polyester

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiberpoly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
Karakteristik bahan ini adalah:
· Noda minyak dan makan sulit dihilang dari bahan ini
· Polyester lebih kuat dan tahan direndam lebih dari 3 jam.
· Sering dicampur bahan lain seperti viscose, linen dan katun.

5. Kain Teteron Cotton (TC)

Teteron cotton merupakan kain kaos kombinasi dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan kusut dan tidak melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.

6. Kain Cotton Viscose (CVC)

Jenis bahankaos  ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.


7. Kain Lightweight wools.

Kain ini jika digunakan di kepala Anda, mungkin langsung identik
dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

8. Kain Cashmere.

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung.
Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.  

9. Kain Jersey

Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke
melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran
lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak
dilihat.

10. Kain Denim

Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu
ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap
warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang
berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang
dan belel.

11. Kain Lycra

Lycra biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainnya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya.
12. Kain Leather & Suede.
Pasti kedua jenis kain tersebut sudah sangat familiar di telinga Anda,\ bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu Anda pun
terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari
kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat
dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan
ini, Anda akan memerlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya. Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.
13. Kain Tentun
Kain tenun tradisional kini dilirik oleh banyak rancangan busana muslim. Produk kerajinan handmade akan memberi warna baru bagi industri fesyen nasional. Kain tenun adalah kain yang dihasilkan dari alat tenun tradisional. Kain ini terdapat di beberapa daerah di Indonesia seperti Lombok, Sumatra, dan daerah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri yang berbeda-beda. Kain tenun terkadang harganya sangat mahal dikarenakan pengerjaannya yang bisa memakan waktu sampai berhari-hari. Manun demikian kualitas dan motif tenun yang mahal tentu berbeda dengan yang harganya standar.

pengunjung masuk dengan:

jenis kain yang digunakan untuk membatik

jenis kain tenun yang berasal dari daerah lampung adalah
jenis kain tenun dan daerah asalnya
jenis kain batik yang berasal dari serat alami
jenis kain batik dari serat alami
jenis kain dan harga per meter
jenis kain untuk jilbab segi empat
empat jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis kain gamis oki setiana dewi
jenis kain jilbab oki setiana dewi
jenis kain yang cocok untuk pakaian olahraga adalah
jenis kain yang cocok dibuat sulaman dengan teknik aplikasi adalah
jenis kain yang bagus untuk jilbab
jenis kain yang bukan biasa dipakai untuk kerajinan kruistik adalah
jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik
jenis kain yang digunakan untuk kanvas
jenis kain yang dipergunakan untuk melukis adalah
jenis kain yang cocok untuk gamis
jenis kain yang bagus untuk kaos
jenis kain yang cocok untuk pakaian olahraga adalah kain yang memiliki sifat
jenis kain yg cocok untuk pakaian olahraga adalah
jenis kain yang digunakan untuk membuat batik
lirik lagu love me like you do
katun merupakan jenis kain yang terbuat dari
jenis kain batik yang digunakan di banjarmasin
jenis kain batik yang berasal dari serat alami dan buatan
jenis motif batik berdasarkan akar budayanya
jenis motif batik berdasarkan akar budaya

jenis kain batik dan asal daerahnya

jenis motif batik dan asal daerahnya
jenis kain batik berdasarkan tingkat kehalusan
membedakan jenis motif batik berdasarkan sifatnya
jenis kain yang cocok untuk batik
jenis kain batik dari serat buatan
jenis kain batik dari serat alam
jenis kain batik dilapisi dengan warna emas dinamakan
jenis motif batik dan daerah asalnya
jenis motif hias batik tradisional nusantara
jenis motif batik indonesia dan penjelasannya
jenis kain dan motif batik indonesia
jenis motif batik khas jawa tengah
jenis motif batik dari jawa tengah
kegunaan jenis motif batik parang rusak dari solo
jenis kain batik yang banyak dipakai untuk kain seragam sekolah adalah
kain batik tergolong dalam jenis seni
jenis kain yang bagus untuk batik
jenis kain batik yang berasal dari serat alami maupun serat buatan
jenis kain batik yang berasal dari serat buatan
jenis kain yang digunakan untuk batik

jenis kain yang bisa di batik

jenis kain yang digunakan untuk membatik yang bermutu atau berkualitas tertinggi adalah
jenis kain yang dipakai untuk membatik
jenis kain yang dapat digunakan untuk membatik
jenis kain yang biasa digunakan untuk membatik adalah
jenis kain yg di gunakan untuk membatik
jenis kain yang dapat dipakai untuk membatik
sebutkan empat jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis kain yang tepat digunakan untuk membatik
4 jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah
jenis kain yang bisa digunakan untuk membatik
jenis-jenis kain yang digunakan untuk membatik
jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah kain

Demikian. Baca juga Warna Busana dan Jiwa Pemakainya. Juga  Jenis dan Model Jilbab Cantik. Semoga bermanfaat. - Mengenal Jenis-Jenis Kain
 

20 Jenis Kain Untuk Pakaian

Order Detail

20 Jenis Kain yang Umum untuk Pakaian (Bag. 1)


Ini adalah post pertama saya terkait dengan fashion. Seperti post saya sebelumnya, setiap seminggu sekali saya akan membagikan hal-hal yang berhubungan tentang fashion atau pun Outfit of The Day. Pada post pertama ini saya ingin berbagi mengenai beberapa jenis kain yang selalu dijadikan bahan untuk kaos, dress, blouse, dan lain sebagainya.

Seperti yang kita ketahui bersama, pakaian, terkhususnya untuk wanita, memiliki beragam motif dan pola. Tidak hanya mengandalkan pola dan motif bahan, suatu potong pakaian akan terlihat indah jika menggunakan bahan yang tepat dan nyaman bagi penggunanya.

Pada dasarnya siklus pembuatan sebuah pakaian dalam lingkup garmen adalah sebagai berikut:
Fiber > Yarn > Fabric(knit/woven) > Dyeing/Printing > Garments
Pembuatan suatu pakaian bermula dari serat (Fiber). Serat pakaian pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu serat alami dan serat sintetis. Contoh dari serat alami adalah cotton, silk, wool, dll. Contoh dari serat sintetis adalah nylon, polyester, rayon dsb.

Dari serat-serat tersebut diolah menjadi benang (Yarn) yang ketika “digabungkan” akan menjadi kain (Fabric), disini termasuk juga rajutan (knit) ataupun tenunan (woven). Dari kain inilah lahir pakaian yang kita kenakan sehari-hari. Serat (benang) tersebut pun bisa dikombinasikan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan jenis kain yang beragam.

Rupanya dari beberapa serat tersebut bisa dihasilkan kurang lebih ada ratusan jenis kain (menurut yang saya hitung dari list kain di Wikipedia ataupun yang saya temukan di Fabric Glossary milik NY Fashion Center). 

Saya tidak akan membahas keseluruhan jenis kain yang beratus-ratus itu tapi kali ini saya hanya memilih 20 jenis kain yang paling umum digunakan untuk membuat pakaian (termasuk jenis kain untuk pakaian yang dijual di online shop saya tetap sambil promosi). Itu pun akan saya bagi dalam 4 bagian (setiap bagian 5 kain). Inilah 5 kain di bagian yang pertama. Apa sajakah mereka?

1. Katun
Siapa siyh yang tidak kenal dengan bahan katun. Bahan yang terbuat dari serat kapas ini sering dipakai untuk dijadikan potongan pakaian dan paling banyak diminati. Bahan ini sudah digunakan berabad-abad karena seratnya yang ringan namun kuat. Beberapa kelebihan dan kekurangan kain katun adalah:

Kelebihan
– Tidak kisut jika dicuci
– Tidak luntur (khususnya untuk kain berwarna)
- Tidak berbulu
– Dapat menyerap keringat
– Bahan yang mudah untuk disablon

Kekurangan
– Mudah kusut
– Gampang berjamur
– Bahannya sedikit kaku dan dingin

Cara merawat bahan katun:
– Usahakan selalu menggunakan air dingin saat mencuci,
– Jangan rendam lebih dari dua jam pada air bedeterjen karena akan membuat bahan rusak,
– Jangan menjemur di panas matahari langsung namun ditempat yang lebih teduh dengan sinar sedikit,
– Lebih baik gantungkan baju saat penyimpanan karena bahannya yang mudah kusut.


Bahan katun juga memiliki beberapa tipe lowh (banyak tipe tapi saya hanya memilih 4 yang paling dekat dengan kita):
  1. Katun Biasa: Bahan katun yang agak kaku, sedikit tipis, dan tidak stretch. Biasanya memiliki daya serap yang sedang hingga bagus. Harga pun relatif lebih murah dengan motif bahan seputaran polos, garis, bunga-bunga, ataupun abstark.
  2. Katun Jepang: Bahan ini terbuat dari combed 100% full cotton. Bahan ini memiliki tekstur yang halus dengan daya serap yang sangat bagus. Harganya pun relatif mahal. Biasanya bahan ini dipakai untuk sprei.
  3. Katun Paris: Sebenarnya kualitas katun paris hampir sama dengan katun jepang hanya lebih tipis saja. Yang pasti daya serapnya bagus sehingga harga pun mahal. Biasanya bahan ini dipakai untuk blouse wanita ataupun kerudung.
  4. Katun Silk: Katun ini dinamakan ‘silk’ karena memiliki permukaan yang mengkilap. Sayangnya daya serap keringatnya paling rendah. Tapi kilap bahan ini tidak hilang setelah di cuci loh. Harganya lebih mahal dari katun biasa tapi tetap lebih murah dari katun jepang. Sekarang mulai banyak pakaian seperti dress dan rok yang menggunakan bahan ini.
Contoh bahan katun untuk kaos. Pic. courtesy of http://www.konveksian.com/

2. Rayon
Seperti yang ditunjukkan dalam infografik diatas, bahan ini berserat sintetik rayon yang terbuat dari kayu yang kadar selulosanya tinggi. Biasanya bahan ini bahan yang ‘jatuh’, lembut, dan memiliki daya serap yang baik.

Cara merawat bahan rayon:
Kebanyakan bahan rayon di dry-clean, tp ada juga yg bisa dicuci dengan tangan atau mesin caranya, gunakan sabun cuci, kucek pelan dan basuh dengan air hangat. Jangan dipelintir/diperas.

Contoh bahan rayon. Pic. courtesy of http://image.made-in-china.com/

3. Spandex
Spandex terkenal dengan nama ‘Lycra’ yang merupakan trademark brand dari Du Pont. Bahan ini bersifat elastis, kuat, dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi. Spandex ini elastis dengan elastisitas bisa mencapai 5 kali bahan dasarnya tanpa kerusakan serta bahan yang baik untuk menyerap keringat. Biasanya bahan ini dipakai sebagai baju olahraga namun sekarang sudah banyak blouse atau blazer wanita yang terbuat dari bahan spandex ini. Bahan spandex juga memiliki banyak tipe, ada yang campuran dengan rayon ada yang spandex murni.

Cara merawat bahan spandex: Pada umumnya spandex murni (biasa) tidak mudah rusak sehingga aman dicuci dalam waktu lama, hanya saat menyetrika harus dalam posisi low atau medium temperature.

Cara merawat bahan spandex rayon: perlakukan sama dengan bahan rayon terutama saat merendam tidak boleh lebih dari satu jam dan tidak boleh diatas suhu 60 derajat karena dapat merusak serat kain atau membuat kain ‘berbulu’.

Contoh bahan spandex.
Pic. courtesy of http://helun.en.alibaba.com/product/263370233-220070589/Tactel_spandex_lycra_fabric.html

4. Brokat
Brokat berasal dari kata Broccato yang berarti kain yang disulam. Menurut NY Fashion Center, brokat adalah bahan yang:
A thick, heavy fabric made with a Jacquard loom and a satin weave, most often featuring a raised floral pattern. Brocade is typically made from silk, rayon or nylon, and has a very Oriental look.
Biasanya bahan ini dipakai untuk pakaian yang lebih formal karena terkesan mewah dan elegan. Karena banyak bahan brokat yang dibuat dengan paduan bahan sutra ataupun diberikan ornamen yang mewah seperti benang bewarna silver ataupun emas. Contoh pakaian dengan bahan ini adalah pakaian pesta, kebaya, bahkan baju pernikahan.

Cara merawat bahan brokat:
– Saat mencuci jangan gunakan mesin cuci,
– Jika terkena noda, gunakan jeruk nipis hingga meresap sebelum direndam dengan deterjen,- Jangan meremas atau memeras brokat,
– Jangan dijemur dibawah sinar matahari langsung,
– Bahan tidak perlu disetrika karena akan merubah tekstur, cukup digantungkan,
– Bahan ini rentan ngengat, sehingga perlu kapur barus didalam lemari untuk mencegahnya.

5. Chiffon
Made from tightly twisted crepe fibers, chiffon is lightweight, extremely sheer, almost transparent fabric that has a slightly bumpy texture.
Kain Chiffon adalah bahan yang sangat lembut, halus, transparan, dan ‘jatuh’ mengikuti bentuk badan. Karenanya kain ini tidak disarankan untuk digunakan oleh orang yang berbadan gemuk. Bahan ini terkadang sangat panas bila digunakan namun memberikan kesan yang anggun pada si pemakai. Biasanya bahan ini digunakan sebagai dress, blouse, selendang, bahkan pelengkap kebaya ataupun tudung kepala.

Cara merawat bahan Chiffon:
– Sebaiknya dicuci secara manual dengan air sedikit hangat,
– Jangan gabungkan bahan ini dengan warna lainnya karena mudah menyerap warna,
– Jangan diperas,
– Saat dicuci bahan akan susut tapi sudah dipastikan potongannya oleh si pembuat pakaian,- Setrika dengan temperature yang rendah.


Contoh bahan chiffon. Pic. courtesy
of http://www.sammydress.cc  

Demikianlah 5 kain pertama yang sering dipakai dalam membuat pakaian. Akan saya lanjutkan lagi di bagiannya yang kedua. Artikel ini diambil dari berbagai sumber yang saya temukan setelah googling. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca. Silahkan jika ada yang ingin ditambahkan atau ternyata ada pemahaman yang kurang benar terhadap jenis-jenis kain tersebut diatas. Yang pastinya beberapa jenis kain tersebut diatas ada loh yang dipakai sebagai bahan-bahan pakaian yang dijual di SanWa Shops.

Regards,

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Xplore Baju - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger